Selasa, 26 Agustus 2014

Tim Penilai Sikompak Award kunjungi UPK Kasokandel

Majalengka. Tim penilai Anugerah Sikompak Award Provinsi Jawa Barat mengunjungi UPK Kasokandel (Rabu, 20/08/2014). Tim yang beranggotan 9 (sembilan) orang tersebut tiba di lokasi pukul 09.30 WIB. Sebagai penggembira, Tim penilai disambut meriah dengan tarian tradisional. Meskipun sederhana, tetapi sambutan ini cukup mengesankan Tim Penilai karena pelestarian budaya lokal.
    Mewakili Tuan rumah, Pipin Ma’arif dari BPMDPKB (Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Keluarga Berencana) Kabupaten Majalengka mengungkapkan kegembiraannya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pemkab Majalengka mengapreasiasi kedatangan Tim Penilai ke UPK Kasokandel. “Semoga kedatangan Tim Penilai bisa memberikan yang terbaik bagi prestasi majalengka”, ungkap Penangggung Jawab Operasional PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Majalengka itu.
     

Kamis, 26 Juni 2014

Rumah Layak Huni sebagai Solusi Kehidupan Lansia

Kuswan SP (FK Cikalong-Tasikmalaya)    
   
Di Kecamatan Cikalong, perhatian terhadap lansia dengan memanfaatkan dana surplus UPK juga pernah dilakukan melalui pembagian sembako (kebutuhan pangan). Hanya saja, kegiatan-kegiatan sosial seperti bantuan sembako tersebut dirasa kurang memenuhi prinsip keberlanjutan yang merupakan prinsip pokok PNPM. Pembagian sembako terkesan ‘sehari habis’ dan peningkatan kualitas hidup si lansia penerima manfaat kurang begitu terlihat signifikan. Oleh sebab itu, pemanfaatan dana sosial untuk lansia tidak mampu tahun ini difokuskan pada bantuan sandang dan papan yang setidaknya ‘lebih awet’.
   Aki-aki dan nini-nini atau para lanjut usia (lansia) sering mendapat stigma negatif sebagai orang yang sering menderita penyakit “B” seperti batuk, bongkok, boson (sulit menahan buang angin), bengék (sesak napas), budug (penyakit kulit), boyot (lemah fisik), begang (kurus keriput) dan penyakit-penyakit “B” lainnya. Hal tersebut memang tidak bisa disangkal karena memang banyak menimpa para lansia. 
   

UPK Cikalong Bantu Siswa Kurang Mampu,

Kuswan,SP (FK Cikalong-Tasikmalaya)   
   
Belum sampai sewindu usia Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Kecamatan Cikalong. Dengan modal awal kegiatan Simpan Pinjam Khusus Kelompok Perempuan (SPP) sebesar Rp.1.985.700.000 yang diperoleh sejak tahun 2007 hingga tahun 2012, pada akhir 2013 lalu, tercatat terdapat alokasi pinjaman sebesar Rp. 26.153.200.000 untuk 298 kelompok dengan anggota 3.872 orang perempuan. Tidak hanya itu, dari hasil pengelolaan ekonomi bergulir tersebut, UPK Cikalong berhasil membukukan laba kotor sebesar Rp 925.393.089.
    Melalui musyawarah antar desa, dari angka surplus tersebut disepakati untuk dialokasikan sebagai bantuan langsung rumah tangga miskin sebesar Rp 169.000.000. Dari total anggaran ini, sebesar Rp 22.140.000 digunakan untuk kegiatan BASIS KURMA (bantuan siswa kurang mampu) berupa pembagian perlengkapan sekolah (sepatu, tas, buku, alat tulis) untuk 259 siswa RTM yang tersebar di Desa Cikalong, Kalapagenep, Kubangsari, Sindangjaya dan Cikadu.
   

Selasa, 17 Juni 2014

Tekad UPK Cingambul Majalengka dalam Layanan Masyarakat

Reporter: Hikmat (FK Cingambul)
Setelah sekian lama dinantikan, gedung baru Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Cingambul akhirnya diresmikan oleh Bupati Majalengka (Kamis 05/06). Gedung megah dengan struktur tiga lantai tersebut secara resmi menjadi milik bersama dan akan menjadi pusat pelayanan perekonomian masyarakat miskin di Kecamatan Cingambul.

Meskipun kami pagi ketika itu suasana sedang gerimis, akan tetapi tidak mengurangi animo masyarakat berbondong-bondong datang pada acara peresmian. Tak hanya kalangan muda, tampak anak-anak bahkan kaum manula pun ikut menyaksikan. Perwakilan UPK dari 23 kecamatan, Satker dan Fasilitator kabupaten tampak hadir. Agenda pagi itu adalah jalan santai bersamaan dengan peringatan hari jadi Majalengka ke-524.

Sabtu, 31 Mei 2014

Studi Banding UPK Cipeundey Subang ke UPK Nagrak Sukabumi

berita-beritadotcom Para pelaku PNPM MD UPK Cipeundeuy, bertolak ke Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/05) untuk melakukan study banding program. Rombongan yang bertolak dari Cipeundeuy Subang, Jawa Barat berangkat Selasa dini hari tersebut dipimpin langsung Camat Cipeundeuy.

Rombongan dari Kecamatan Cipeundeuy tiba di kantor UPK PNPM MD Kecamatan Nagrak, yang berdomisili di Desa Nagrak Utara pagi hari. Selepas beristirahat, pukul 09. 00 wib, rombongan disambut di Aula Desa Nagrak Utara, oleh Camat Nagrak, Hj. Eni Nuraeni beserta para pelaku PNPM MD.

Dalam sambutan dan ucapan selamat datang, Hj. Eni Nuraeni, membeberkan tentang situasi dan kondisi Kecamatan Nagrak dan keberadaan PNPM MD diwilayahnya. Diselingi sedikit informasi, perihal dirinya dan status daerah otonom baru Sukabumi Utara.

UPK se Kab. Cirebon gelar Rakor

KESAMBI, (CNC).- Setiap orang pasti akan mengalami kegagalan dan kesalahan. Sebagai insan khususnya sebagai pengurus Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan yang tangguh itu setiap kali gagal akan bangkit lagi. Belajar dari kegagalan itu kemudian bangkit. Dan begitu seterusnya.

Hal tersebut diungkapkan PjOKab PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Cirebon, Edi, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) UPK Kabupaten Cirebon di salah satu rumah makan Jalan Perjuangan Kota Cirebon, Senin (13/5).

“Pada dasarnya tidak satupun UPK yang ingin gagal dan salah. Maka dari itu, bagi seluruh pengurus UPK baik yang sudah lama dan baru yang belum gagal atau salah, saya harapkan tidak gagal dan salah,” ujar Edi yang disambut tepuk tangan hadirin. “Sebab, bila kita gagal dan salah, akan agak sulit untuk bangkitnya,” ujarnya.

Rabu, 21 Mei 2014

Gerak Pemberdayaan Dana Surplus UPK Cibalong Garut

Cecep Sunandar (FK Cibalong-Garut)
UPK Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut, telah berpartisipasi dalam program PNPM-MP sejak tahun 2001. Selama periode 2001 s/d 2013 Unit Pengelola Kegiatan (UPK) ini telah mengelola dana program yang diterima dalam bentuk Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan disalurkan langsung kepada masyarakat untuk kegiatan pembangunan prasarana desa, Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP), Usaha Ekonomi Produktif (UEP), kegiatan pendidikan, kegiatan kesehatan dan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Ekonomi Perempuan.
   Kegiatan Dana bergulir yang di kelola UPK Cibalong sampai dengan 31 Desember 2013 telah mencapai Rp. 26.557.773.875,-. Aset tersebut merupakan gabungan dari saldo SPP dan UEP. Sampai dengan Desember 2013, jumlah kelompok peminjam SPP yang sedang dilayani sejumlah 206 kelompok dengan jumlah penerima pinjaman tidak kurang dari 2.472 orang. 
   Perkembangan kelompok UEP juga relatif baik. Sampai bulan Desember 2014 jumlah kelompok yang sedang dilayani sejumlah 37 kelompok. Jumlah anggota peminjam mencapai 244 orang. Tingkat pengembalian per bulan mencapai 98%. Hal ini menjadi salah satu indikator kesehatan UPK Cibalong.