Bandung
(18/12). Memperkuat sosialisasi hasil pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan, BPMPD
provinsi Jawa Barat menggelar live on air di Bandung Televisi. Talkshow yang
tayang dalam program dialog khusus sore pukul 16.30 itu menghadirkan tiga
narasumber yaitu Nurtafiyana selaku PJOprovinsi, Sugih Arto Koordinator
Provinsi dan Rieswan Graha kepala BPMDPKB Kab. Majalengka.
Talkshow
juga menghadirkan puluhan pelaku PNPM Mandiri Perdesaan dari kec.Sukahaji Kab.
Majalengka. Acara yang dipandu presenter Farah Mumtaz itu berlangsung seru.
Pada sesion awal, Nurtafiyana menyampaikan positioning PNPM Mandiri Perdesaan
terhadap pengurangan kemiskinan baik ditingkat lokal maupuan regional.
Rieswan
Graha mempertegas pengaruh PNPM Mandiri Perdesaan terhadap pengurangan
kemiskinan. Menurutnya, pelaksanaan di Majalengka cukup berhasil. “berdasar catatan
kami, saat ini tidak kurang dari 4000 kelompok penerima manfaat program simpan
pinjam,” ujarnya. “Kalau dihitung, selama PNPM Mandiri Perdesaan hadir di
Majalengka, tidak kurang dari 45 ribu warga meningkat dari keadaan sebelumnya
yang miskin,” imbuhnya.
Sementara
itu, Sugih Arto menyampaikan prakaras PNPM Mandiri Perdesaan dalam perencanaan
partisipatif harus dilestarikan masyarakat perdesaan. Menurutnya, aset terbesar
yang dimiliki oleh masyarakat adalah pengetahuan dalam tata perencanaan
pembangunan yang bottom up. “ yang penting dipikirkan oleh masyarakat adalah
komitmen untuk merencanakan, melaksanakan dan melestarikan pembangunan secara
mandiri,” tegasnya.
Ditambahkan
olehnya, PNPM Mandiri Perdsaan sangat peduli terhadap keberadaan pelaku di
desa. Selama, kurun waktu 1998-2013 di Jawa Barat telah terpilih dan terlatih
pelaku yang diharapkan menjadi penerus prakarsa PNPM Mandiri Perdesaan.
“Berdasar catatan, tidak kurang dari 65 ribu orang saat ini menjadi aktor
pembangunan desa yang cukup terlatih, apakah dari unsur KPMD, PL, UPK, Tim
Verifikasi, BKAD dan kelembagaan lain yang dibentuk oleh PNPM,” katanya.
Acara
yang berlangsung satu jam tersebut juga diwarnai pertanyaan dari peserta di
studio. Imam, anggota masyarakat menanyakan bagaimana kelanjutan PNPM MandirI
Perdesaan paska tahun 2014 yang dikabarkan menjadi tahun terakhir. Menjawab
pertanyaan itu, tiga narasumber kompak menegaskan bahwa yang terpenting adalah
pelestarian prakarsa pembangunan yang partisipatif dengan prinsip transparan
dan berpihak pada orang miskin.
Pada
sesi terakhir, Rieswan Graha menyampaikan peran PNPM Mandiri Perdesaan di
Majalengka dalam memberdayakan produk usaha kelompok SPP/UEP. “kita tahu,
banyak hasil usaha seperti kerajinan, makanan ringan, mebeler, anyaman dan
produk kreatif dari desa. Mereka membutuhkan dukungan pemasaran yang lebih
luas,” ujarnya. “untuk itu, pembuatan gerai sebagai bangunan display produk
tersebut akan menjadi terobosan,” imbuhnya.
Senada
dengan pernyataan tersebut, Sugih Arto menyatakan apresiasi terhadap dukungan
pemerintah provinsi yang membantuk pembuatan gerai di kabupaten lokasi PNPM
Mandiri Perdesaan di Jawa Barat. “program pembuatan gerai sangat strategis
dalam pengembangan ekonomi di perdesaan,” katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar