Selasa, 25 Maret 2014

UPK Kadudampit Sukabumi Bagikan Surplus

   
 INILAH.COM, Sukabumi - Selain enam kecamatan di Kabupaten Sukabumi ditengarai bermasalah dalam pengelolaan keuangan PNPM Mandiri Perdesaan ternyata terdapat satu kecamatan yang berprestasi luar biasa yakni Kadudampit.
  Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Kadudampit sejak 2007 hingga 2014 berhasil mengelola keuangan Simpan Pinjam Perempuan (SPP) hingga surplus dana mencapai Rp1,6 miliar. Bahkan sebesar Rp300 juta disisihkan sebagai anggaran corporate social responsibility (CSR) atau dana untuk kegiatan sosial. Dana CSR disalurkan dalam berbagai bentuk kegiatan sosial kemasyarakatan.
   
Di antaranya disalurkan untuk kegiatan khitanan massal, rehabilitasi masjid dan mushola, santunan anak yatim piatu juga bagi rumah tangga miskin. Selain itu juga membantu pelestarian program dokter kecil (dokcil), kepramukaan, dan Posyandu.
     "Sampai sekarang SPP tidak ada yang macet," kata Ketua UPK Kadudampit Ujang Hamdun kepada INILAH.COM dalam kegiatan peringatan hari jadi UPK Kadudampit ke 8 di Lapang Kadudampit Desa Gedepangrango, Rabu (19/3/2014).
    Ujang Hamdun menuturkan, sejak digulirkan SPP 2008 hingga saat ini 2014 jumlah nasabah mencapai 7328 ibu-ibu. Dana yang dipinjam para nasabah di seluruh desa diperuntukan sebagai permodalan usaha. Seperti warung, membuat kerajinan dan memproduksi makanan ringan.
    "Masyarakat terutama ibu-ibu itu benar-benar memanfaatkannya. Dan yang paling penting pengelolaannya juga harus amanah," tutur Ujang Hamdun yang akrab disapa Uha.
   Saat ditanya mengenai kiat sukses dalam mengelola SPP, Ujang Hamdun menuturkan, semuanya berawal dari pendataan dan verifikasi by name by address. "Juga keterlibatan semua nasabah yang bertanggungjawab," kata dia.
   Sekda Kabupaten Sukabumi Adjo Sardjono merasa salut dan bangga atas prestasi luar biasa yang juga membanggakan bagi Kabupaten Sukabumi. Untuk itu program dan pengelolaan SPP di Kadudampit ini patut menjadi contoh kecamatan lain.
   "Pengurus UPK dan kelompok-kelompok di setiap kecamatan harus belajar dari Kadudampit ini. Ya bisa saja setiap pengurus datang ke tempat ini untuk belajar," pungkasnya. [rni]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar