Rabu, 21 Mei 2014

Gerak Pemberdayaan Dana Surplus UPK Cibalong Garut

Cecep Sunandar (FK Cibalong-Garut)
UPK Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut, telah berpartisipasi dalam program PNPM-MP sejak tahun 2001. Selama periode 2001 s/d 2013 Unit Pengelola Kegiatan (UPK) ini telah mengelola dana program yang diterima dalam bentuk Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan disalurkan langsung kepada masyarakat untuk kegiatan pembangunan prasarana desa, Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP), Usaha Ekonomi Produktif (UEP), kegiatan pendidikan, kegiatan kesehatan dan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Ekonomi Perempuan.
   Kegiatan Dana bergulir yang di kelola UPK Cibalong sampai dengan 31 Desember 2013 telah mencapai Rp. 26.557.773.875,-. Aset tersebut merupakan gabungan dari saldo SPP dan UEP. Sampai dengan Desember 2013, jumlah kelompok peminjam SPP yang sedang dilayani sejumlah 206 kelompok dengan jumlah penerima pinjaman tidak kurang dari 2.472 orang. 
   Perkembangan kelompok UEP juga relatif baik. Sampai bulan Desember 2014 jumlah kelompok yang sedang dilayani sejumlah 37 kelompok. Jumlah anggota peminjam mencapai 244 orang. Tingkat pengembalian per bulan mencapai 98%. Hal ini menjadi salah satu indikator kesehatan UPK Cibalong.
   
   
Pertumbuhan Alokasi surplus/laba tahun berjalan periode 2010 s/d 2013 rata-rata mencapai 23%. Dana surplus tersebut dialokasikan 20% untuk kegiatan dana sosial. Selama kurun waktu tersebut jumlah dana sosial yang disalurkan totalnya mencapai Rp. 420.991.860,-. Setiap tahunnya terjadi peningkatan. Kegiatan Dana Sosial di kecamatan Cibalong Kabupaten Garut sejak tahun 2010 disalurkan meliputi berbagai kegiatan yaitu (1) Bantuan RTM Jompo, (2) Bantuan Modal RTM produktif, (3) Domba Bergulir (4) Bantuan RTM guru Ngaji, (5)Bantuan Bencana (6) Rehabilitasi rumah RTM.
   Khusus kegiatan Domba Bergulir dari tahun 2011 sampai dengan saat ini telah digulirkan induk domba sebanyak 373 ekor untuk 11 desa yang ada di Kecamatan Cibalong dengan total dana sebesar Rp. 202.500.000,-, total induk dan anak yang sudah digulirkan sampai saat ini diperkirakan hampir mencapai 687 ekor. Sasaran penerima manfaat domba bergulir adalah RTM produktif yang terbiasa memelihara kambing/domba, mekanisme penggagasan calon pemanfaat dilaksanakan melalui Musyawarah Desa dengan memanfaatkan momentum Musdes tahapan reguler di PNPM-MP. Penetapan pemanfaat sepenuhnya diserahkan kepada forum musyawarah desa yang difasilitasi oleh UPK bersama FK/FT.
   Kegiatan domba bergulir ini sangat dirasakan manfaatnya dalam meningkatkan pendapatan RTM penerima manfaat bantuan. Hal ini sangat sejalan dengan tujuan program yaitu menurunkan kemiskinan dan memperluas kesempatan kerja kaum miskin perdesaan. Jumlah pemanfaat domba bergulir yang menerima induk dan guliran anaknya sampai dengan saat ini hampir mencapai 450 RTM yang tersebar di 11 desa. Jumlah induk yang disalurkan pada tahun 2011 sebanyak 62 ekor, tahun 2012 sebanyak 88 ekor, tahun 2013 sebannyak 113 ekor, dan tahun 2014 sebanyak 110 ekor. Sejalan dengan peningkatan surplus, jumlah induk domba yang sudah digulirkan terus meningkat setiap tahunnya.
  Penyaluran domba bergulir ini tak lepas dari berbagai kendala, yang paling utama adalah pada saat Mekanisme perguliran domba yang sudah beranak sulit terkontrol, hal ini disebabkan RTM penerima bantuan sebagian besar tidak menggulirkan kembali domba tersebut ketika beranak lebih dari dua ekor kepada RTM lain yang sudah ditetapkan sebagai calon pemanfaat cadangan yang sudah diputuskan dalam Musdes. Padahal ketentuan perguliran domba yang sudah disepakati adalah ketika beranak lebih dari 2 ekor maka pemanfaat pertama wajib memberikan satu ekor anak domba tersebut kepada RTM lain.
   Mengantisipasi kendala tersebut melalui LPJ UPK tahun 2013 forum MAD bersepakat mengubah cara penyaluran domba bergulir tersebut dengan cara berkelompok, masing-masing kelompok menempatkan kandang domba pada satu titik lokasi, hal ini untuk mempermudah pengontrolan perkembangan ternak, selain itu ketika induk domba beranak lebih dari dua ekor, UPK bisa mudah mengecek dan mengambil satu ekor anak domba tersebut untuk disalurkan kembali pada RTM yang lain melalui kelompok baru. Mekanisme perguliran domba model ini mulai dilaksanakan pada penyaluran domba bergulir tahun 2014 dari alokasi dana sosial tahun 2013.
  Perguliran domba model kelompok ini diharapkan lebih memudahkan pemantauan dan pembinaan kelompok ternak tersebut. Melalui Kesepakat MAD LPJ t.a 2013, untuk tahun-tahun ke depan UPK telah mempersiapkan paket program pengembangan domba bergulir melalui kelompok, Yaitu berupa Pembinaan dan pelatihan bagi RTM pemanfaat dan Kerjasama dengan Instansi dan dinas terkait atau dengan pihak ke-tiga, dengan upaya dan harapan kita menyongsong masyarakat desa yang lebih berdaya.
   “Pemberdayaan Masyarakat akan selalu mencari pola dan bentuk mengikuti sistem nilai yang ada dan menemukan modelnya sendiri seiring dengan perkembangan masyarakat. Kendala dan rintangan merupakan bumbu penyedap yang menjadikan upaya pemberdayaan masyarakat akan selalu segar dan dinamis” (Cecep Sunandar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar